SUARA HATI
this site the web

Recent Photos

image
image
image
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Katakan Sayang Sekali Lagi

Buku Kumpulan 100 Puisi Buat Syahrul Yasin Limpo

Buku Kumpulan 100 Puisi Buat Syahrul Yasin Limpo "Katakan Sayang Sekali Lagi"

Buku Kumpulan puisi ”Katakan Sayang Sekali Lagi”, mencoba merenung, memahami, lalu mengungkapkannya kedalam bait-bait puisi, akan apa yang berproyeksi dalam kepala sang Gubernur dan wakilnya  dalam membangun suatu daerah khususnya Sulawesi Selatan hingga mampu bersaing secara nasional dengan provinsi lainnya di tanah air.   

Dapatkan di :

Nulisbuku.com atau CP: buloa.publish@gmail.com / 085255444434

Kartini Cilik

Karya : Ahmadi Haruna

Menangis diatas trotoar
Menari dipinggir trotoar
Makan diemper toko
Minum dengan tong kusam

Mata liar memandang arus
Memohon kasih untuk rupiah
Recehan jatuh dikaleng susu
Ibunda siap menghitung untung

Hari ini
Besok – lusa, entah sampai kapan
Ia tetap setia berdiri disana
Ah, kartini cilik
“mari bersekolah”.

Sumber : Buku Kumpulan Puisi Ahmadi Haruna

Kartini Jablay

Karya : Ahmadi Haruna

Merasah risih dinegeri sendiri
Hijrah di negara tetangga
Harga diripun tergadai
Karena jarang dibelay

Merana dinegeri sendiri
Nekad melanglang buana
Hiduppun lalu - lalang
Dibelai play boy

Merasa risih dinegeri orang
Pulang dikampung halaman
Sanak keluarga menjemput
Walau tak ada bungkusan berarti

Merana dinegeri orang
Terbang pulang kedesa
Disambut di posyandu
Jadilah pembimbing pra sejahtera

Kartiniku,jangan pergi sebelum mapan
Jangan berangkat sebelum matang
Kamipun siap membelaimu

Sumber : Buku Kumpulan Puisi Ahmadi Haruna

Kartini

Karya : Ahmadi Haruna

Kau perempuan yang ulet
Kalahkan lelaki yang berotot
Kau perempuan yang cerdas
Taklukkan lelaki yang kasar

Kau perempuan yang cekatan
Lumpuhkan lelaki yang cerdik
Kau perempuan pembawa obor
Sepanjang jalan tak pernah lelah
Dilapangan tak pernah letih

Terangi sukma yang redup
Sinari nurani yang kelam
Memapah kependakian karier
Demi perubahan masa depan
Demi meraih bulan diatas sana

April 2008
Sumber : Buku Kumpulan Puisi Ahmadi Haruna

BERINGIN

Seribu benih ditabur
sejuta bibit diluncurkan
semua tumbuh
semua berakar
semua memasyarakat

lupa darat
lupa laut
lupa udara
lupa kolega

Rebah tandus
rata
hangus
berantakan
menjadi kenangan

Beringin riwayatmu kini

Sumber : Buku Kumpulan Puisi Ahmadi Haruna
April 2009

INDONESIA

Karya : Ahmadi Haruna

Matahari pagi
Membelai hati
Turun kejantung
Tenangkan sukma

Mentari senja
Melambaikan tangan
Tersenyum
Tawarkan harapan
Dihari esok

Indonesia
Jangan bimbang
Sebab tanahmu subur
Lautmu kaya
Namamu terkenal dimancanegara

Mari bersatu
Jaga kelestarian alammu
Biar anak cucu
Tidak papa di hari tua

Sumber : Buku Kumpulan Puisi Ahmadi Haruna

GOLPUT

Karya : Ahmadi Haruna

Hari pemilu
Seorang lelaki setengah baya
Santai diberanda
Secangkir kopi ditangan kiri
Sebatang rokok ditangan kanan

Ketika ditanya hari apa hari ini
Dia tersenyum
“Hariku,hari orang-orang Golput,hari orang yang tidak diberdayakan “ jawabnya

Hidup Golput,Hidup golput, tandasnya



5 Nopember 2007
Sumber : Buku Kumpulan Puisi Ahmadi Haruna



KATANYA

Karya : Ahmadi Haruna

Katanya Indonesia lumbung padi
Tapi warga tuna wisma masih beratus ribu
Katanya masyarakat Indonesia ramah tamah
Tapi badik masih saja mudah bicara

Katanya Agama adalah pijakan
Tapi masjid masih saja melompong diwaktu shalat
Katanya masyarakat Indonesia tertib lalu lintas
Namun pengendara nyelonong dimana – mana

Katanya Indonesia panoramanya indah
Tapi pantainya masih jadi bak sampah
Katanya masyarakat Indonesia punya disiplin tinggi
Sayang budaya antri belum merata

Katanya,
Kata yang bukannya zamannya lagi diucapkan
Katanya adalah kata pembohong yang paling muslihat
Katanya, kata harus dibungkam ucapannya

Kata ‘KATANYA’ adalah PR buat Presiden baru



September 2007
Sumber : Buku Kumpulan Puisi Ahmadi Haruna



Terima kasih ya…Allah

Karya : Ahmadi Haruna

Disini aku bersujud padaMU
Setelah perjuangan yang manantang dan melelahkan
Telah terlewati.
Melambung tinggi menembus cakrawala
Semua orang menatap
Semua orang bersua kecil “Ini adalah kebenaran”

Kebenaran yang terucap akan banyak ummatNYA
Kebenaran yang terlontar tulus akan menjadi kenyataan
Kebanaran yang terungkap dari nurani
Akan berbuah sebuah berkah

Kemenangan adalah kebenaran
Dan kebenaranmu kami luncurkan
Terimakasih Ya…Allah
Terima kasih atas campur tanganMU



l5 November 2007
Sumber : Buku Kumpulan Puisi Ahmadi Haruna






Valentine

Karya : Ahmadi Haruna

Air mata jatuh
Basah kebaya
Oang tua berdoa tanpa pamrih
Pada anaknya

Air mata jatuh
Basah dipipi
Anak doa pada orang tuanya
Tulus penuh kasih sayang

Ibunda
Maafkan aku
Hanya cinta yang bisa kuberi
Hingga hari ini.
Jangan sedih
Aku selalu setia mengenangmu


14 Februari 2006
Sumber : Buku Kumpulan Puisi Ahmadi Haruna



Pantun Perempuan

Karya : Ahmadi Haruna

kucing kurus mandi dipapan
bukan kurus karena kurang makan
namun ingat sibuah hati
wanita sekarang ceking ceking barata sayang
bukan ceking lantaran cinta
namun ceking karena emansipasi

tak ada rotan akarpun jadi
saat ini tak ada akal ototpun jadi
tiba masa tiba akal
saat ini tiba musibah kehilangan akal

bersakit-sakit dahulu
bersenang- senang kemudian
itu kata pepatah kuno
saat ini senang dahulu
sakit akhirnya bukan masalah

putus cinta lahirkan hati patah
saat ini putus cinta gaet yang lain
karena cinta badan binasa
badan berdua soal biasa



Januari 2004



Kartini - Kartini

Karya : Ahmadi Haruna

Menangis diatas trotoar
Menari dipinggir trotoar
Makan diemper toko
Minum dengan tong kusam

Mata liar memandang arus
Memohon kasih untuk rupiah
Recehan jatuh dikaleng susu
Ibunda siap menghitung untung

Hari ini
Besok – lusa, entah sampai kapan
Ia tetap setia berdiri disana
Ah, kartini cilik
“mari bersekolah”




April 2006



Ibunda

Karya : Ahmadi Haruna
Katanya surga ditelapak kaki ibu
Tapi kita enggan memijit jika lelah
Katanya ibunda permata hati
Tapi kadang kita tak sadar menyakiti hatinya
Katanya ibu diatas segalanya
Tapi kadang kita lupa bawa berlayar dipulau
Harapan.
Katanya cinta ibu sepanjang masa
Tapi kita lupa memanjakannya
Katanya doa Ibu paling afdal
Tapi kita lupa minta restu
Pada setiap kegiatan.

Kata ibu sangat syahdu
Kata anak kadang sangar ditelinga
Ibu kehabisan kata-kata
Anak kehilangan pijakan.
Dosa anak lenyapkan sinar kehidupan.
Mari tafakkur…


Akhir tahun 2005



Pidato Sang Ibu Guru

Karya : Ahmadi Haruna

Hari ini kami berdiri
Didepan gerbang abad kompetitif
Dengan tangan terkepal
Mata terpejam
Berikrar:
Jangan lelah memberi terang
Jangan lelah memberantas kebodohan
Ini tugas mulia
Ini tugas nurani.
Mari terangi jalan para generasi muda
Menuj masa depan yang cemerlang
Buka pintu tehnologi
Dan masuk didalamnya

Wahai tuan-tuan guru mari tafakkur diatas sejedah tua
Ketika kita menerima kritik yang tak konstruktif
Tentang kualitas
Tentang pbm
Tentang etika rasional profesi

Wahai tuan tuan guru
Mari urut dada
Ketika kesra kita dicabit-cabit pemotongan
Akan cinta masyarakat yang tidak tulus
Pada para pendidik.
Tentang suara guru yang kadang dijadikan anak tangga politisi.
Wahai tuan tuan guru
Ini pidato singkat
Mari camkan sesegera mungkin.



Ahmadi Haruna, November 2004.



Puisi : Polygami

polygami didengungkan
terjadi pro-kontra
polygami didiamkan
muncul antipati

polygami didukung
lahir gugatan
polygami ditantang
cacian menerpa

polygami
aku berdiri disisi netral


Nopember 2006

Puisi : Kartini - Kartini


menangis diatas trotoar

menari dipinggir trotoar

makan diemper toko

minum dengan tong kusam

mata liar memandang arus

memohon kasih untuk rupiah

recehan jatuh dikaleng susu

ibunda siap menghitung untung

hari ini

besok – lusa, entah sampai kapan

Ia tetap setia berdiri disana

ah, kartini cilik

“Mari bersekolah”.

April 2006

 

Suara Hati

Pendidikan. . . .Artikel. . . . Politik . . . . Berita. . . . Puisi. . . .

Contact