SUARA HATI
this site the web

MENCERDASKAN BANGSA DASAR HARUS KUAT

Dr. H. Ibrahim Solthan, S, Sos.

Bicara soal pendidikan tak dapat disanksikan sebagai hal yang sangat urgent. Sebab bidang pendidikan merupakan induk dari segala bidang yang merupakan kebutuhan dari sebuah organisasi baik organisasi kecil maupun organisasi besar. Seorang yang mendapatkan tempaan pendidikan yang baik dan selanjutnya akan bekerja disebuah bidang yakinlah akan sukses. Demikian juga sebaliknya akan amburadul jika proses dari awal kurang tepat tempaannya.

Kaitan di atas, tampaknya Kadis Pendidikan Nasional Kab. Bantaeng Dr. (HC) H. Ibrahim Solthan telah memahami persis sehingga dalam melakukan tugas pendidikan yang diemban kepadanya begitu hati-hati begitu teliti dan memulainya dari jenjang sekolah dasar. Alasannya cukup simple “Sekolah dasar adalah fundament untuk jenjang sukses ke tingkat lebih atas” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.
Ia mengakui saat dirinya ditempatkan menjadi orang nomor satu di Diknas tak dapat dipungkiri ada juga beberapa oknum yang menyangsikan kemampuannya. Tentunya orang itu melihat dari sisi latar belakang pendidikan dan kemampuannya yang secara terang benderang lebih cenderung ke bidang administrasi.

Tinjauan di atas oleh Ibrahim Solthan justru diterima dengan lapang dada lantas kemudian dijadikan motivasi untuk bekerja dan mencapai tujuan pendidikan lebih baik dari pimpinan sebelumnya. Ia kemudiun melakukan penelitian beberapa tahun di ITB, mereka menembus pintu dari pakar pendidikan dan menanyakan dimana letak kekurangan bidang pendidikan yang selama ini terus dinilai belum maximal dalam mencapai mutu. Dua hal yang dipertanyakan paling tajam yakni apakah dari sistemnya atau pelaksanaannya dilapangan sehingga hampir setiap tahun selalu saja diributkan akan mutu yang dicapai khususnya untuk daerah Sulawesi Selatan dan lebih khusus lagi buat kabupaten Bantaeng.

Dua hal yang menjadi kegelisahan diatas akhirnya ditemukan setelah mendapat masukan dan selanjutnya dianalisah dengan melirik potensi daerah Bantaeng dalam kaitannya bibit peserta didik yang ada.
Ibrahim menemukan solusi dan ia pun bekerja secara marathon dab memulainya untuk bidang pendidikan sekolah dasar. Hasilnya selama beberapa tahun Ia menggenjot sistem pembelajaran baik dari sistim Kurikulum, tehnis pengajaran didepan kelas tak lupa pula kaitan disiplin para tenaga pendidik.
Yang menarik pemberdayaan perningkatan bidang sekolah dasar di Bantaeng, Ibrahim memulainya dari daerah pedesaan. Alasannya cukup sederhana, jika didesa sudah mampu sukses dan efektif maka dikota akan tergenjot secara otomatis.

Mengganti Guru Kelas jadi Guru Mata Pelajaran

Upaya lain yang dilakukan guna mempercepat tercapainya perubahan sistem pengajaran dalam rangka mencapai mutu yang Ia kemudian melakukan pertemuan dengan mengundang seluruh kepala sekolah yang ada dalam wilayah kerjanya, khususnya Kepsek Sekolah Dasar. Ia meminta untuk mengemukakan apa yang menjadi keluhannya dan kendala apa yang dihadapi. Da sini Ibrahim kemudian mengurut tingkat kesulitan yang dihadapi para guru yang berakibat tidak optimalnya pencapaian target mutu.

Kendalapun cukup kompleks dan untuk mengatasinya berkesimpulan perlu adanya perubahan sistem pengajaran dikelas yakni mengubah guru kelas jadi guru mata pelajaran. Perubahan tersebut ternyata banyak membawa manfaat baik dari sisi guru sendiri maupun pada murid – transper ilmu cukup efektif demikian gairah belajar anak didik terkontrol sangat cepat. Hasilnya, dua tahun berjalan hampir semua murid kelas empat telah mampu berbahasa Inggris bahkan dengan lantang Ibrahim menantang bahwasannya jika murid SD kelas empat yang tak mampu berbahasa Inggris ia bersedia membayarnya”. Silahkan pantau disemua SD di Bantaeng jika anda temukan anak didik SD, kelas empat tak bisa berbahasa Inggris saya akan bayar” ujarnya.

Tantangan ini ternyata bukan bombastis sebab ketika wartawan SKU tegas yang sekaligus penulis Buku ini turun ke lapangan dan berkunjung ke salah satu SD dalam kota ternyata benar adanya. Ia juga menjelaskan kiatnya untuk efektifitas perubahan guru kelas menjadi guru mata pelajaran diakui dengan melakukan MOU guru kontrak kurang lebih dua ratusan. Adapun insentif yang disiapkan pada guru kontrak diakui diambil dari bantuan dari beberapa negara seperti Jepang, Thailand, Jerman, Singapura dan Malaysia yang memberikan bantuan dana pendidikan buat daerahnya. Bahkan diakui dari UNICEF pun telah beberapa kali mengucurkan dana untuk Kabupaten Bantaeng yang keseluruhannya diperuntukkan sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan.

Banyaknya bantua yang mengalir ke daerahnya diakui karena dirinya tak pernah berhenti untuk melakukan kontak ke berbagai negara donatur yang bersiap dan memiliki dana bantuan pendidikan. Sehingga bukanlah hal yang luar biasa jika daerahnya terus dikerling oleh negara lain dalam hal bantuan demi menciptakan manusia cerdas sekaligus menjadi Pailot Proyek untuk pendidikan sekolah dasar di Indonesia.
Juga mengakui segala yang dicapai dalam hal pencapaian mutu pendidikan disertai dengan banyak pelatihan-pelatihan baik yang dilakukan secara regional maupun nasional. Selain itu niat baik dan upaya marathon tak bisa berhenti “ketiga hal di atas harus harmonis dan berjalan seimbang jika kita ingin melahirkan generasi cerdas” jelasnya.

0 comments:

Post a Comment

 

Suara Hati

Pendidikan. . . .Artikel. . . . Politik . . . . Berita. . . . Puisi. . . .

Contact